Ekonomi

Pemerintah Diimbau Tidak Berutang Pada IMF dan WB

25
0

Jakarta, PB – Untuk mengatasi pandemi Corona di Tanah Air, pemerintah Indonesia diimbau tidak berutang pada International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB). Pandemi ini memang telah menggoyahkan ekonomi nasional. Indikatornya, nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG) turun drastis.

loading...

Anggota Komisi XI DPR RI Heri Gunawan menyerukan hal ini dalam rilisnya, Sabtu (28/3/2020). Otoritas fiskal dan moneter gagap mengatasi goyahnya ekonomi nasional. Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dianugerahi menteri terbaik di dunia juga kalang kabut. Sang menteri terkesan ingin memanfaatkan pandemi Corona ini untuk meminjam ke IMF dan WB.

Heri mengungkapkan, IMF telah menyiapkan dana 1 triliun dollar AS untuk negara-negara anggotanya yang sedang menghadapi virus Corona. Sedangkan Bank Dunia menyiapkan dana 14 miliar dolla AS untuk paket pembiayaan jalur cepat bagi negara yang juga menghadapi pandemi global itu.

“Langkah Sri Mulyani yang akan meminjam ke IMF dan WB sangat membahayakan Indonesia. IMF terbukti telah mengintervensi kebijakan ekonomi Indonesia saat memberi pinjaman untuk mengatasi krisis ekonomi 1997/1998. Resep ala IMF makin menjerumuskan Indonesia pada jurang keterpurukan yang makin dalam,” tandas politisi Partai Gerindra ini.

Pemerintah sekali lagi diimbau tidak menggunakan bantuan IMF Dan WB untuk menanggulangi Covid-19. Indonesia, sambung Heri, sedang tidak bergantung IMF dan WB. Ini menjadi kunci kemandirian Indonesia dan tidak terjebak pada bantuan IMF dan WB yang sering mengikat pada kebijakan ekonomi dan politik Indonesia. (red)

loading...