bogor

Mampukah PSBB Memberikan Solusi? Atau Sebaliknya!!

12
0
Antrian penumpang KRL di Stasiun Bojong Gede. Foto: Dok. Virna Savira

Bogor, PB – KRL masih diserbu penumpang. Senin (13/4) pagi, beredar foto menggambarkan antrean penumpang KRL yang mengular hingga keluar stasiun. Pemandangan seperti itu terlihat di Stasiun Bojong Gede, Bogor.

loading...
Salah seorang penumpang KRL Virna Savira menceritakan kepada kumparan jika pemandangan itu terjadi pukul 05.50 WIB. Antrean panjang di luar stasiun terjadi karena ada pembatasan jumlah penumpang yang boleh masuk ke dalam peron.
 
Aturan itu diterapkan PT KCI sebagai implementasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk pencegahan COVID-19. “Kondisi tadi pagi. Masuk stasiun dibatasi 60 orang,” kata Virna seperti di lansir kumparan, Senin (13/4).
 

Virna yang berangkat kerja dari Stasiun Bojong Gede menuju Stasiun Tanah Abang itu merasa jika aturan pembatasan membuat waktu tunggu kereta lebih lama.

 

 
Meski begitu, petugas stasiun tampak memberikan keistimewaan terhadap karyawan rumah sakit. Mereka akan diizinkan masuk peron lebih dulu dibanding pekerja lainnya.
 
“Yang kerja di rumah sakit diutamakan masuk duluan. Petugas stasiun keliling dan sebelum masuk di cek id card-nya dulu,” kata Virna menceritakan pengalamannya.
 
Meski harus mengantre di luar stasiun, menurut Virna kondisi dalam stasiun sepi. Pun begitu dengan kondisi di dalam kereta.
 
Virna sendiri tidak masalah dengan pemberlakukan aturan tersebut. Hanya saja ia menyayangkan adanya pembatasan KRL jam keberangkatan kereta.
 
“Menurut saya di berlakukan PSBB seperti ini tidak masalah, cuman transportasinya jangan dibatasi. Sedangkan saya sendiri pulang kerja jam 5 kereta terakhir dari tempat sama sendiri itu jam 17.15 harus kejar-kejaran dengan kereta,” kata Virna.
 
Dikonfirmasi terpisah Humas PT KCI Anne Purba tak menampik kondisi itu. Ia mengatakan kepadatan memang terjadi di jam keberangkatan pagi.
 
“Yang kami pantau memang masih Bojong, Depok, Bogor tadi pagi ini terjadi di keberangkatan awal ya setelah itu kembali landai,” kata Anne.
 
Menurut Anne kondisi itu merupakan konsekuensi dari penerapan PSBB oleh pemerintah daerah. Namun di saat bersamaan, masih banyak masyarakat yang harus berangkat kerja sehingga penumpukan di stasiun masih terjadi.
 
“Kita berharap pembuatan PSBB juga dibarengi dengan kontrol dan pengawasan Pemda terhadap implementasi PSBB ini terutama mobilisasi masyarakatnya. KCI operator transportasi yang pasti sudah mengupayakan menurunkan 4000 lebih petugas di 80 stasiun dengan bantuan Marinir. Sekarang bagaimana dengan support pemda atas implementasi PSBB?” kata Anne.
 
Dengan pemberlakuan PSBB di Jakarta, PT KCI menyesuaikan jadwal kereta beroperasi yaitu mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB. Hal itu membuat jumlah perjalanan KRL pun akan berkurang. Selama masa PSBB, PT KCI akan menjalankan 683 perjalanan KRL setiap harinya.
loading...