Ekonomi

Disaat Harga Minyak Dunia Anjlok, Kenapa Pertamina Belum Turunkan Harga??

10
0

Jakarta, PB – Pandemi corona terus menyerang berbagai sektor di luar kesehatan. Menurunnya aktivitas bepergian berarti mengurangi penggunaan kendaraan dan berujung pada minimnya permintaan bahan bakar.

loading...

Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan harga minyak dunia. Karena alasan ekonomi para produsen minyak menjaga peralatan mereka tetap beroperasi di saat permintaan menurun. Berarti saat ini stok minyak selalu dalam keadaan kapasitas maksimum.

Dilansirkan dari CNN, harga minyak mentah di AS saat ini telah turun menjadi sedikit di atas USD 20 per barel atau sekitar Rp 331 ribu pada akhir Maret. Harga ini merupakan yang terendah 18 tahun terakhir.

“Permintaan turun begitu cepat relatif terhadap pasokan sehingga masalah utama banyak produsen tidak dapat memastikan laba operasi kecuali jika mereka dapat menemukan outlet untuk minyak mentah mereka,” kata JBC Energy seperti dikutip oleh CNN.

Disisi lain, Harga minyak mentah dunia terus anjlok imbas perang dagang yang dilakukan Rusia dan Arab Saudi, serta turunnya permintaan dunia akibat terjadinya wabah virus Corona.

Merosotnya harga emas hitam itu turut mempengaruhi harga bahan bakar minyak kendaraan bermotor. Di AS misalnya, harga bensin regular beroktan 87 saat ini rata-rata dihargai sekitar US$ 1,88 (Rp 29.707) per gallon (3,8 liter). Banderol itu pun menjadi yang terendah dalam 10 tahun terakhir.

Tak hanya di level hulu, perang harga bahan bakar ternyata juga terjadi di wilayah hilir. Seperti dilaporkan The Drive, beberapa SPBU di New York bagian barat dengan terang-terangan melakukan perang harga bahan bakar.

Allegany Gas & Smokes di Salamanca, New York, misalnya, diketahui menawarkan bensin oktan 87 dengan banderol US$ 0,62 (Rp 9.797) per gallon (3,8 liter) atau jika dihitung per literan, bensin itu hanya dihargai sekitar Rp 2.578 per 1,26 liter. Harga itu di bawah standar yang ditetapkan Stasiun Bahan Bakar Ohio sebesar US$ 0,69 per gallon.

Dengan harga yang sangat anjlok itu, Allegany Gas & Smokes jelas akan mengalami kerugian besar. Namun mau tidak mau cara tersebut harus diambil si pengelola agar bisa bersaing dengan SPBU lainnya.

Menurut The Drive, perang harga bahan bakar tersebut dipicu munculnya SPBU baru bernama M&M Junction yang baru dibuka belum lama ini. Sang pemilik SPBU tersebut secara konsisten menurunkan harga jual bahan bakar di bawah standar yang ditetapkan. Hal itu akhirnya mendorong SPBU-SPBU lain di sekitarnya untuk memasang harga di bawah pasaran.(red)

loading...