Agama

BPIP Sebut Agama Masih Jadi Alat Merebut Kekuasaan, Lalu Bagaimana Dengan PDI-P dan Megawati??

13
0
Romo Benny Susetyo

Jakarta, PB –Staf Khusus Ketua Dewan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo menyoroti penyalahgunaan agama sebagai alat kepentingan¬†politik. Menurut Benny, saat ini isu agama menjadi aspirasi untuk merebut kekuasaan dengan cara-cara yang tidak sehat.

loading...

“Problemnya adalah kita muncul saat ini menghadapi situasi, di mana agama itu menjadi aspirasi kepentingan untuk merebut kekuasaan dengan menggunakan cara-cara yang tidak sehat,” kata Benny dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (10/9).

Benny mengatakan, penggunaan isu agama untuk kepentingan kekuasaan sebetulnya bukan barang baru. Menurut dia, sejak berabad-abad lalu, isu agama memang kerap menjadi alat politik semata untuk merebut kekuasaan.

Sementara itu, di zaman modern ini, beberapa pihak tidak memahami agama secara kritis dan penafisrannya tidak menyeluruh secara kontekstual. Hal ini lah yang membuat agama mudah digunakan untuk kepentingan politik kekuasaan.

“Ketika agama tidak dipahami secara kritis dan dalam menafsir tidak dilihat dalam konteksnya, sosial, politik, ekonomi, budaya pada waktu itu, maka manipulasi agama untuk kepentingan politik kekuasaan ini sangat kuat,” ujar dia.

“Kerap kali, kepentingan kekuasaan politik pembenaran agama itu hanya dijadikan kepentingan sesaat,” kata Benny menambahkan.

Menurut Benny, politisasi agama saat ini harus lebih diwaspadai. Terlebih, menurutnya, situasi sekarang ruang-ruang publik dibajak oleh pihak-pihak yang melegalkan kekuasaan dengan segala cara, termasuk dengan menggunakan isu agama.

“Karena ruang-ruang publik dibajak oleh mereka yang melegalkan kekuasaan dengan segala cara, dengan membenturkan dan mengaduk emosi, sehingga publik itu tidak mendapatkan pemahaman yang utuh,” paparnya.

Bambang Jonan dari Gereja Bethel Indonesia dalam diskusi yang sama mengatakan, saat ini yang menjadi permasalahan di Indonesia adalah menyandingkan agama dengan ideologi Pancasila sebagai dasar negara.

“Untuk Pancasila sebagai ideologi bangsa, dengan kemudian agama yang memiliki pelayanan misi, ini agak sulit untuk bisa kemudian duduk bersama-sama,” kata Bambang.

“Sehingga pemikirannya, yang dipikirkan teman-teman itu bagaimana memisahkan state dan religion, memisahkan negara dan kemudian agama,” lanjutnya.

Itu beberapa kutipan staf Khusus ketua dewan BPIP tentang hal Politik Agama, dari sini belum bisa di jelaskan secara maksud dan tujuan nya apa, apakah ia menginginkan bahwa Agama dan Politik di pisahkan?? mungkin beliau sendiri yang tau maksud nya.

Lalu Apa hubungan nya dengan PDI-P dan Megawati??

silahkan lihat jejak Megawati dan PDIP setelah PDIP berhasil dikuasai penuh oleh kubu megawati.

Megawati selalu menggandeng Para Kiayi dari NU untuk menjadikan mitra nya di Pilpres, bahkan hingga Jokowi pun tak luput dari Politik Agama yakni dengan Menggandeng Ketua MUI yakni Ma’aruf Amin yang juga merupakan seorang Ulama dan kiayi NU.

lalu kenapa pihak selain Rezim saja yang selalu di permasalahkan, dan seakan hanya kubu PDIP sajalah yang boleh memainkan Politik Agama?? (rw)

loading...