Lubuklinggau

APD Langkah, Kenapa Para Napi Tidak dipekerjakan Untuk Memproduksi APD Seperti Malaysia??

31
0

Jakarta, PB – Narapidana yang menghuni penjara di Pahang dan Selangor, Malaysia, telah mengambil tugas untuk menjahit alat pelindung diri (APD) karena negara tersebut menghadapi kekurangan pasokan medis dalam perjuangan untuk mengatasi pandemi Covid-19.

loading...

Di Penjara Kajang, para narapidana bekerja dengan rajin saat mereka mengukur, memotong, dan menjahit pakaian APD biru untuk petugas kesehatan di Rumah Sakit Serdang.

Padahal di Indonesia juga mengalami kelangkaan APD, dan tenaga Medis, seperti seleberan disosmed mengatakan bahwa bogor lagi membutuhkan Sukarelawan tenaga medis.

Berbeda dengan Malaysia, di indonesia 31.786 Napi Justru di bebaskan melalui program asimilasi dan integrasi demi mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19 di lembaga permasyarakatan (lapas). Data tersebut dirilis per Minggu (5/4/2020), pukul 07.00 WIB.

jumlah napidan anak yang telah dibebaskan ini melampaui target awal yakni, 30.000 orang. Nugroho menyebut angka itu akan terus bertambah.

“Angka itu akan terus bergerak, jajaran kami terus mendata narapidana dan anak yang memenuhi persyaratan Permenkumham No 10 Tahun 2020 untuk diberikan asimilasi di rumah dan integrasi dengan PB, CB dan CMB,” jelasnya.

Menurut dia, narapidana dan anak termasuk kelompok rentan terpapar virus corona. Terlebih, saat ini lapas dan rutan di Indonesia memiliki masalah kelebihan kapasitas sehingga dikhawatirkan terjadinya penularan virus corona.

Kendati begitu, Nugroho menegaskan bahwa napi dan anak yang diberikan asimilasi dan integrasi bukanlah mereka yang terjerat kasus tindak pidana korupsi. Mereka yang diberikan asimilasi juga sudah melalui penilaian perilaku dan tidak pernah melakukan pelanggaran disiplin selama menjalani pidana.

“Jadi narapidana dan anak yang diasimilasikan di rumah telah melalui penilaian perilaku dan dinilai telah siap kembali ke masyarakat, hidup sebagai warga negara yang baik,” ucap Nugroho.

Adapun 31.786 narapidana dan anak saat ini berada dalam pembimbingan dan pengawasan Balai Pemasyarakatan (Bapas). Selama masa tersebut, mereka wajib mengikuti bimbingan dan pengawasan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas dengan wajib lapor.

“Karena kondisi seperti ini, maka pembimbingan dan pengawasaan dilakukan secara on line melaui video call atau fasilitas sejenis oleh PK BAPAS,” jelasnya.(red)

loading...