HUKUM

Akademisi: Ada Kemungkinan Besar Kebakaran Kantor Kejagung Akibat Sabotase

9
0

Jakarta, PB – Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar mengatakan sangat wajar jika Menkopolhukam Mahfud MD menyebut kebakaran yang terjadi pada Gedung Utama Kejaksaan Agung pada Sabtu (22/8/2020) malam diduga ada upaya Sabotase.

loading...

“Sangat wajar pernyataan dan sinyalemen Menkopolhukam tentang kebakaran di Kejagung yang disinyalir sebagai Sabotase,” ujar Abdul Fickar saat dihubungi AKURAT.CO, Minggu (23/8/2020).

Fickar menilai ada sejumlah fakta yang dapat dihubungkan dari peristiwa tersebut. Pertama, terbitnya Peraturan Kejagung tentang mekanisme penanganan Jaksa yang berhadapan dengan masalah hukum yakni soal keterlibatan Jaksa Pinangki Sirna Malasari. Meski sudah dicabut, ia berpendapat isi dari peraturan tersebut seperti melindungi Jaksa Pinangki dan dugaan Jaksa lain yang terlibat.

“Kedua, adanya pernyataan pemberian bantuan hukum oleh Kapuspenkum yang seolah-olah Kejaksaan akan memberikan bantuan hukum kepada Jaksa Pinangki yang jelas-jelas telah mencoreng nama institusi kejaksaan dengan penyalahgunaan wewenangnya. Meski diralat yang akan memberikan adalah Persatuan Jaksa Indonesia, walaupun juga PJI meralat tidak akan memberikan bantuan hukum karena sifat perbuatannya,” katanya.

Kemudian, ia menyoroti gugatan dari Antasari Azhar, lalu sitaan uang negara 400 miliar lebih dan CCTV sebagai bukti adanya pertemuan antara Djoko Tjandra dengan beberapa Jaksa.

“Dari rangkaian peristiwa ini sulit untuk tidak menyimpulkan bahwa kebakaran itu jangan-jangan sebuah Sabotase sebagaimana dikemukakan Mahfud MD. Bahkan sangat mungkin itu menjadi ancaman bagi penyidik Kejaksaan,” ujarnya.

Fickar pun meminta Presiden tegas perintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas oknum pejabat Kejaksaan yang terlibat dalam skandal Djoko Tjandra.

“Jadi harus segera diselesaikan, ini skandal mafia hukum terbesar sepanjang abad ini yang melibatkan banyak penegak hukum,” kata dia.

Sebelumnya Menko Polhukam Mahfud MD mengaku kaget mendengar peristiwa Kebakaran yang terjadi di kantor Kejaksaan Agung. Namun ia menduga kebakaran tersebut semacam Sabotase atau kesengajaan upaya penghilangan jejak perkara.

“Kita semua kaget kebakarannya cukup besar gitu, tapi satu di antara banyak kekhawatiran itu kan jangan-jangan ini semacam ada Sabotase atau kesengajaan untuk menghilang jejak perkara,” ungkap Mahfud dalam siaran langsung tvOne, Sabtu (22/8/2020).

Diketahui, peristiwa kebakaran telah menghanguskan gedung utama Kejaksaan Agung yang ditempati pimpinan Jaksa Agung dan Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (JAM Intelijen) yang ada di lantai 3,4,5 dan 6. Kebakaran terjadi pada pukul 19.10 WIB pada Sabtu malam, dan pagi hari api berhasil dipadamkan oleh petugas damkar.[akt/red]

loading...