DPR RI

Bantuan Asing Jangan Sampai Menjerat Indonesia

8
0
Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen. Foto : Jaka/Man

Jakarta, PB – Anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Hareon menilai rencana bantuan ventilator dari Pemerintah Amerika Serikat (AS) merupakan inisiasi bagus kerja sama dua negara. Menurutnya, situasi saat ini hampir semua negara yang sedang berjibaku menangani Covid-19, membutuhkan ventilator. Namun AS memberikan bantuan tidak hanya Indonesia, tapi ke beberapa negara Amerika Latin, semisal  Ekuador, El Savador, dan Honduras.

loading...

Nabil, sapaan akrab legislator F-PDI Perjuangan itu melihat, kebijakan Presiden Joko Widodo atas bantuan itu  harus dibaca dalam skala prioritas untuk penanganan Covid-19. Kesepakatan ekonomi atau pinjaman dana, itu wilayah Presiden Joko Widodo, Menteri Keuangan dan pihak terkait lainnya di pemerintahan.

“Sejauh ini belum ada keterangan resmi dari Pemerintah. Tapi, jikalau ada pinjaman dana Pemerintah Indonesia ke pihak manapun, jangan sampai merugikan warga negeri ini dalam jangka Panjang,” jelas Nabil melalui rilis yang diterima Parlementaria, Senin (27/4/2020). Di sisi lain, Nabil menilai Pemerintah Indonesia telah bekerja keras, berbagai cara dan strategi telah dilakukan dalam memerangi virus Covid-19.

Bahkan, Pemerintah juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 405,1 triliun untuk penanganan Covid-19 dari berbagai aspeknya. “Kita harus mendukung langkah-langkah pemerintah Indonesia untuk menuntaskan program-program penanganan Covid-19,” ungkap legislator dapil Jawa Tengah V itu. Nabil berharap Indonesia dapat bangkit perihal riset-riset obat herbal. Pasalnya, menurut dia, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah, juga sumber daya manusia yang bagus.

“Potensi ini harus disatukan dengan kebijakan Pemerintah, dengan mendukung riset dan pengembangan produk herbal. Kita dukung petani, kita dorong periset, kita temani pelaku industrinya, lalu digarap dengan regulasi yang jelas. Bahkan, Indonesia bisa mengambil peluang untuk memasok obat herbal di pasar internasional, jika punya produk yang telah diujicoba dan diakui oleh lembaga kesehatan internasional,” tutupnya. (red)

loading...