DKI JAKARTA

Komisi V Dukung Usul Anies Stop Sementara Operasi KRL

10
0

Jakarta, PB – Komisi V DPR mendukung usulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, agar operasi Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line diberhentikan sementara untuk menekan penyebaran virus corona atau covid-19.

loading...

“Itu langkah yang tepat dalam rangka mengefektifkan physical distancing (jaga jarak),” ujar Wakil Ketua Komisi V DPR Syarif Abdullah Akadrie saat dihubungi, Jakarta, Kamis (16/4/2020) malam.

Menurutnya, jika operasi KRL tetap berjalan normal di wilayah Jakarta dan terjadi penumpukan penumpang, maka status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota Negara menjadi tidak berguna mengatasi wabah tersebut.

“Harus ada pengaturan jarak, kalau terjadi seperti itu (penumpukan penumpang di KRL), saya kira sia-sia saja PSBB, mubajir. Kenapa? Karena ketentuan-ketentuan tidak dipatuhi,” tutur politikus Partai NasDem itu.

Oleh sebab itu, Syarif berharap usulan Anies kepada Plt Menteri Perhubungan Luhut Binsar Panjaitan dapat direstui, agar wilayah Jakarta dan lainnya bisa cepat mengatasi virus corona.

“Kami (Komisi V) sudah lama meminta itu (penyetopan KRL sementara), cuman Plt Menhub masih bersikeras terhadap itu (tidak perlu distop). Kami berharap Pak Luhut harus pendekatan ideologi yang sama dengan Menkes,” papar Syarif.

Sementara terkait dampak ke pekerja yang biasa menggunakan KRL untuk menuju kantornya di Jakarta, Syarif berharap ada solusi terbaik dari perusahaan tersebut.

Ia menyarankan, perusahaan tersebut menerapkan karyawannya bekerja dari rumah, atau menyediakan transportasi antar jemput untuk karyawannya yang tugasnya tidak bisa dikerjakan di rumah.

“Seperti koki atau pekerjaan lain yang tidak bisa ditinggalkan, maka perusahaan menyediakan angkutan (antar jemput),” paparnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengusulkan Kementerian Perhubungan untuk memberhentikan sementara operasi KRL.

“Kita berkoordinasi memang dengan Kemenhub dan BUMN untuk mengurangi operasinya. Saya 2 hari lalu mengusulkan kepada Menteri Perhubungan Ad Interim untuk operasi kereta commuter dihentikan dulu selama kegiatan PSBB berlangsung,” ungkap Anies dalam rapat virtual bersama Timwas Covid-19 DPR RI, Kamis (16/4/2020).

Dijelaskan Anies, pihak Kemenhub dan BUMN tengah membahas usulan itu.

Berdasarkan jawaban yang Ia terima, operasional KRL akan disetop usai distribusi bantuan sosial dari pemerintah pusat dan daerah bagi warga terdampak berhasil diturunkan simultan.

“Mereka sedang membahas. Menurut jawaban yang diterima, nanti bantuan sosial sudah berhasil di turunkan maka pembatasan operasi akan dilakukan,” pungkasnya. (trbn/red)

loading...