Depok

Disaat DKI Jakarta Hendak MengKarantina Daerahnya, Lalu Kenapa Daerah Depok Tak Mau??

19
0

Jakarta, PB – Anies Baswedan Sebut Jakarta Sudah Siap Karantina Wilayah.

loading...

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan telah mengajukan surat ke pemerintah pusat untuk karantina wilayah di Jakarta. Langkah itu merupakan kebijakan lanjutan untuk menekan pandemi Corona di Jakarta.

“Kewenangan karantina wilayah itu ada di pusat. Kami di Jakarta telah mengusulkan dan menyampaikan surat terkait itu,” ujar Anies saat konferensi pers daring di Balai Kota, Senin, 30 Maret 2020.

Gubernur Anies mengatakan telah menyiapkan sejumlah langkah dan skenario untuk karantina wilayah Jakarta. Langkah itu meliputi pendistribusian logistik saat masa karantina wilayah hingga pembatasan mobilitas masuk ke wilayah Jakarta.

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan ini mengatakan dalam skema tersebut DKI Jakarta tetap meminta sejumlah sektor pemerintahan tetap berjalan selama karantina wilayah, seperti sektor pangan, kesehatan, keuangan, energi, dan komunikasi.

Meski demikian, lanjut Anies, keputusan karantina wilayah sekali lagi ada di tangan pemerintah pusat. “Keputusan bukan kami namun kami sudah menyiapkan semuanya,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Anies mengimbau warga untuk disiplin menjalankan physical distancing atau menjaga jarak satu sama lain. Sebab, jumlah kasus positif di Jakarta terus melonjak dari hari ke hari. Data terbaru kasus pasien positif Corona di Jakarta mencapai 720 orang, dengan 76 meninggal, dan 48 sembuh.

Berbeda dengan Daerah tetangga nya depok, justru depok tidak melakukan upaya apapun untuk pencegahan penyebaran virus corona di daerah nya, padahal virus corona pertama sekali terjadi ditemukan adalah daerah depok tersebut.

Seperti yang disampaikan Wali Kota Depok, Mohammad Idris, bawa Pemerintah Kota Depok memastikan tidak akan melakukan  karantina wilayah atau kuncian di Kota Depok

“Menindaklanjuti arahan pemerintah melalui Gubernur Jawa Barat untuk saat ini tidak ada kebijakan karantina wilayah,” kata Idris dalam konferensi video, Senin 30 Maret 2020.

Idris mengatakan sebagai ganti karantina wilayah Pemerintah Kota Depok akan membentuk kampung siaga Covid-19 sebagai upaya penggantian penyebaran virus Corona. “Pembentukan kampung siaga Covid-19 akan dibangun di wilayah Kota Depok. Hubungan dan teknis akan disampaikan disampaikannya, ”sebut Idris.

Wali Kota Depok menambah akan terus diperbarui dan memutus mata rantai persebaran Covid-19 di Kota Depok. Ia juga mengapresiasi kerja keras yang dilakukan para tenaga medis dalam menanggulangi Covid-19. 

“Kepada tenaga kesehatan kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tinggi atas pengorbanan yang diberikan dan kepada seluruh warga Kota Depok agar ekstra tersedia dalam setiap pertemuan Covid-19 ini,” tutur Idris.

Hingga saat ini kasus positif Corona di Kota Depok telah mencapai 40 kasus dengan menerima 10 orang yang pulih dan empat orang diterima dunia. Sementara untuk pasien dalam pengawasan (PDP) total sudah ada 312 kasus dengan rincian 34 orang selesai dan 278 orang masih dalam pengawasan. 

Lalu orang dalam pemutaran (ODP) saat ini mengembalikan 1.114 orang, selesai pemantauan 202 orang dan masih dalam pengawasan 912 orang. “Untuk PDP yang meninggal saat ini berlalu 14 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana.

kira kira mampukah apa yang disampaikan oleh pak walikota tersebut untuk memutuskan rantai virus corona di daerah nya?? (red)

loading...