Jawa Barat

Tasikmalaya Lokal Lockdown Mulai 31 Maret Usai 5 Warganya Positif Corona

23
0

Tasikmalaya, PB – Tasikmalaya mengikuti langkah Pemkot Tegal yang memberlakukan local lockdown demi menekan penyebaran virus corona.

loading...
Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengatakan keputusan ini diambil setelah 5 warganya dinyatakan positif corona. Budi menyebut, lockdown mulai berlaku pada Selasa (31/3) mendatang. Namun tak disebut sampai kapan lockdown ini diberlakukan.
 
“Setelah terdapat 5 orang positif corona di Kota Tasikmalaya, kami bersama tim gugus tugas akan memberlakukan karantina wilayah yang akan dimulai pada hari Selasa, tanggal 31 Maret 2020,” ujar Budi usai rapat darurat dengan jajaran Pemkot Tasikmalaya pada Sabtu (28/3).
 
Budi menjelaskan, local lockdown itu berarti melarang seluruh angkutan umum atau sarana transportasi masuk ke Kota Tasikmalaya.
 
“Karantina wilayah ini akan melarang berbagai jenis angkutan umum mulai darat, laut, udara sampai kereta api juga sama dilarang menurunkan penumpang masuk ke Kota Tasikmalaya,” kata Budi.
 
RUSUNAWA UNSIL DIJADIKAN ISOLASI COVID-19
Rumah susun mahasiswa (Rusunawa) Universitas Negeri Siliwangi yang baru selesai dibangun di Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (26/3/2020).
 
Untuk mendukung lockdown tersebut, Budi meminta tim gugus tugas, termasuk Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, untuk membentuk pos-pos penjagaan di setiap akses masuk ke wilayahnya.
 
 
Nantinya, kata dia, pos-pos penjagaan akan diisi tim gabungan Polri-TNI dan aparatur pemerintah daerah setempat. Mereka akan menyaring siapa saja yang boleh masuk Kota Tasikmalaya.
 
“Hanya dengan alasan penting yang bisa masuk ke Kota Tasikmalaya Nantinya. Dan akan dijaga posko di tiap perbatasan wilayah Kota Tasikmalaya. Kita lakukan karena kita sudah masuk kondisi darurat. Termasuk melarang warga yang hendak mudik ke Kota Tasikmalaya dari kawasan zona merah,” ucapnya Budi.
 
Sementara itu, juru bicara Tim Krisis Center COVID-19 sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, mengatakan penyebaran corona di wilayahnya terus mengalami peningkatan.
 
Tercatat hingga Sabtu (28/3), terdapat 5 pasien positif corona, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 11 orang, dan 271 orang dalam pemantauan (ODP).
 
Dari jumlah tersebut, 4 PDP dan 38 ODP di antaranya bisa pulang ke rumah setelah dirawat intensif. [kmp/red]
loading...