Nasional

Arca Ganesha Terbesar Ditemukan di Dieng, Jawa Tengah

9
0

JATENG, PB – Arca ganesha terbesar berhasil ditemukan di sebuah lahan pertanian di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (27/12).

loading...

Menurut Pengkaji Cagar Budaya dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Junawan, arca tersebut ditemukan di tanah milik seorang warga bernama Widi di kedalaman sekitar 1 meter.

Ukuran arca itu diketahui memiliki tinggi sekitar 140 centimeter dan lebar 120 centimeter. Mengingat ukurannya yang cukup besar, patung ini menjadi arca ganesha terbesar yang pernah ditemukan di Dieng.

“Karena ukurannya yang cukup besar tadi, kita belum melakukan evakuasi. Untuk ukuran dan jenis arca ganesha, di Dieng ini memang paling besar. Saya masih menunggu hasil laporan. Bagaimana potensi arkeologisnya. Apakah perlu penelitian lebih lanjut atau tidak,” ujar Junawan, Senin (30/12).

Penemuan arca ganesha di sebuah lahan pertanian milik warga di Dieng. Foto: dok. Putu (BPCB)

Saat ditemukan, arca tersebut dalam keadaan rusak parah. Beberapa bagian patung terlepas, termasuk bagian kepalanya. Selain arca Ganesha, berdasarkan hasil penggalian tim peneliti dari BPCB juga menemukan beberapa bagian candi, seperti kemuncak atau atap, lantai, dan tatal batu.

Arca ganesha sendiri diduga merupakan peninggalan kerajaan Mataram Hindu. Di mana dalam mitologi Hindu, patung ganesha dianggap sebagai salah satu dewa, anak dari Dewa Siwa dan Parwati.

“Yang menarik untuk diketahui informasinya adalah apakah temuan ini merupakan temuan insitu yang runtuh atau memang dipendam (sengaja dikubur)?” papar Junawan.

Lebih lanjut, kata Junawan, jika penemuan ini adalah insitu, maka perlu dilakukan penggalian dan penelitian lebih lanjut untuk menambah khasanah persebaran candi di Dieng.

Menyinggung soal candi, dalam buku karya Thomas Stamford Raffles berjudul ‘The History of Java’ dikatakan bahwa Dieng memiliki setidaknya 400 candi yang sebagian besarnya telah hilang. Lantas, apakah Dieng memang memiliki ratusan candi yang hingga kini belum

Menanggapi hal itu, Junawan mengatakan, “Kalau sampai ratusan, datanya belum akurat. Tapi kalau jumlahnya lebih dari yang ada dari sekarang sudah pasti. Beberapa juga sudah ada yang tergerus oleh pemanfaatan lahan.”
SB- kumparan

loading...